Beranda Uncategorized Hampir Enam Bulan Jalan Ambles, Proyek Rp8,4 Miliar di Jalur Wisata Colo...

Hampir Enam Bulan Jalan Ambles, Proyek Rp8,4 Miliar di Jalur Wisata Colo Kudus Segera Dimulai

102
0
Petugas melakukan pengukuran di lokasi jalan ambles ruas Kudus–Colo sebagai persiapan pelaksanaan proyek penanganan longsor, Rabu (8/7/2026). Foto : lintaspantura.co.id

KUDUS, lintaspantura.co.id – Hampir enam bulan sejak badan jalan ambles dan talud runtuh, penanganan kerusakan di jalur menuju kawasan wisata religi Colo, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, mulai menunjukkan perkembangan. Sejumlah petugas melakukan pengukuran teknis langsung di titik terdampak, Rabu (8/7/2026).

 

Pantauan reporter di lokasi, petugas berhelm dan mengenakan rompi keselamatan tampak mengambil sejumlah titik ukur menggunakan peralatan survei. Aktivitas tersebut berlangsung di sekitar badan jalan yang mengalami penurunan dan kerusakan pada sisi yang berbatasan langsung dengan lereng.

 

Kondisi di titik tersebut masih terlihat cukup memprihatinkan. Sebagian badan jalan ambles, sementara kerusakan di sisi luar jalur menyisakan area terbuka menuju lereng. Sejumlah pembatas berwarna oranye dipasang sebagai pengaman sementara bagi pengguna jalan.

 

Meski mengalami kerusakan, jalur tersebut masih dilalui kendaraan roda dua, mobil pribadi hingga kendaraan berukuran besar. Pengendara harus meningkatkan kewaspadaan karena ruang melintas menyempit, terlebih titik ambles berada di kawasan jalan menikung.

 

Di sela kegiatan pengukuran, salah seorang pihak konsultan yang ditemui dan diwawancarai reporter di lokasi menjelaskan bahwa pelaksanaan pekerjaan dijadwalkan berlangsung mulai 1 Juli hingga Desember 2026.

 

Sebelum pekerjaan memasuki tahapan lebih lanjut, pihaknya berencana menggelar sosialisasi di Balai Desa Colo pada Jumat (10/7/2026). Pertemuan tersebut akan melibatkan sejumlah pihak terkait sebagai bagian dari persiapan pelaksanaan pekerjaan.

 

Menurut keterangannya, sosialisasi diperlukan karena proses pekerjaan nantinya akan berdampak pada penutupan jalan. Karena itu, warga maupun pihak-pihak yang berpotensi terdampak perlu mendapatkan penjelasan lebih awal mengenai tahapan pekerjaan serta pengaturan akses selama proyek berlangsung.

 

Langkah tersebut diharapkan dapat membangun pemahaman bersama, sehingga masyarakat yang terdampak tidak merasa keberatan ketika penutupan maupun pengaturan akses jalan mulai diberlakukan untuk mendukung pelaksanaan pekerjaan.

 

Aktivitas pengukuran yang berlangsung Rabu siang menjadi bagian dari persiapan teknis penanganan kerusakan pada jalur strategis menuju kawasan Colo. Ruas tersebut merupakan akses penting bagi warga sekaligus jalur utama wisatawan menuju kawasan wisata religi Makam Sunan Muria.

 

Adapun penanganan longsoran berada di ruas Kudus–Colo KM 68+710. Proyek tersebut memiliki nilai kontrak sekitar Rp8,46 miliar dari total anggaran yang disiapkan sekitar Rp8,51 miliar, dengan panjang penanganan kurang lebih 66 meter.

 

Pekerjaan dilaksanakan oleh CV Tri Jasa Tehnik dengan masa pelaksanaan 180 hari kalender. Penanganan difokuskan pada kerusakan badan jalan serta struktur penahan tanah di titik terdampak.

 

Kerusakan di lokasi tersebut terjadi pada 9 Januari 2026 setelah hujan deras memicu amblesnya badan jalan dan runtuhnya talud. Dalam peristiwa itu, dua kendaraan dilaporkan ikut terperosok ke area jurang.

 

Sejak kejadian tersebut, titik kerusakan bertahan selama hampir enam bulan dengan pengamanan sementara di sekitar badan jalan. Kini, aktivitas pengukuran teknis mulai terlihat sebagai bagian dari persiapan menuju pelaksanaan penanganan.

 

Pengguna jalan tetap diminta berhati-hati saat melintas, terutama ketika berpapasan dengan kendaraan besar maupun saat bermanuver di sekitar tikungan yang berdekatan dengan titik ambles. (RnLp.7)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here