KUDUS, lintaspantura.co.id – Kebakaran hebat melanda sebuah gudang penyimpanan sparepart sepeda motor di Desa Getaspejaten, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, Minggu (5/7/2026) pagi. Api dengan cepat membesar hingga menghanguskan berbagai material di dalam bangunan.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 07.30 WIB, saat aktivitas di gudang baru dimulai.
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi, kebakaran diduga bermula saat salah seorang pekerja hendak menyalakan blower untuk keperluan pengecatan. Pada saat itu, diduga terjadi gangguan kelistrikan yang memunculkan percikan api sebelum kobaran merambat ke material di sekitarnya.
Sejumlah warga di sekitar lokasi menyebut gudang tersebut digunakan untuk menyimpan berbagai sparepart sepeda motor yang dipasarkan secara daring. Di dalam bangunan juga terdapat material berbahan plastik, cat, dan tiner yang mudah terbakar.
Banyaknya material mudah terbakar membuat api cepat membesar. Kepulan asap terlihat keluar dari bangunan, sementara kobaran terus merambat ke sejumlah bagian gudang.
Situasi tersebut memicu upaya pemadaman intensif. Sejumlah armada pemadam kebakaran dikerahkan untuk menjinakkan api sekaligus mencegah kobaran merembet ke bangunan lain, mengingat lokasi gudang berdekatan dengan permukiman warga.
Pantauan di lokasi, petugas pemadam bersama unsur relawan berjibaku melakukan penanganan di tengah bangunan yang terdampak kebakaran. Asap masih mengepul dari sejumlah bagian gudang, sementara cairan busa tampak memenuhi lantai di antara material yang terbakar.
Kerusakan terlihat cukup parah. Bagian dalam bangunan menghitam akibat jilatan api, sementara sejumlah bagian atap mengalami kerusakan. Petugas terus menyisir titik-titik yang masih berpotensi menyimpan bara untuk mencegah api kembali menyala.
Dalam penanganan kebakaran tersebut, sedikitnya enam armada pemadam dikerahkan dari sejumlah unsur, di antaranya BPBD Kabupaten Kudus, Satpol PP Kudus, PT Nojorono, dan PT Pura.
Petugas juga menggunakan cairan busa untuk membantu meredam api, mengingat terdapat material mudah terbakar seperti cat dan tiner di dalam gudang.
Proses pemadaman berlangsung sekitar dua jam. Kobaran api berhasil dikendalikan sekitar pukul 09.30 WIB, kemudian dilanjutkan dengan proses pendinginan guna memastikan tidak ada titik api yang kembali menyala.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, kebakaran mengakibatkan kerusakan pada gudang berukuran sekitar 20 meter kali 15 meter.
Kerugian materiil akibat kejadian itu diperkirakan mencapai sekitar Rp200 juta. Sementara itu, dugaan awal penyebab kebakaran mengarah pada gangguan kelistrikan saat blower hendak dinyalakan.
Foto: RnLp7/lintaspantura.co.id









