Beranda Kudus PAMDI Kudus Dorong Dangdut Naik Kelas, Tawarkan Kolaborasi dengan Pemkab untuk Perkuat...

PAMDI Kudus Dorong Dangdut Naik Kelas, Tawarkan Kolaborasi dengan Pemkab untuk Perkuat Ekonomi Kreatif

65
0

KUDUS, lintaspantura.co.id – Persatuan Artis Musik Dangdut Indonesia (PAMDI) DPC Kudus mendorong musik dangdut tidak lagi dipandang sebatas hiburan, melainkan sebagai bagian dari sektor ekonomi kreatif yang mampu memberikan kontribusi terhadap pembangunan daerah. Gagasan tersebut disampaikan dalam audiensi dengan Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris, di Pendopo Kabupaten Kudus, kamis (6/8/2026).

 

Pertemuan yang berlangsung hangat itu menjadi momentum awal terjalinnya kolaborasi antara PAMDI DPC Kudus dan Pemerintah Kabupaten Kudus dalam memperkuat ekosistem seni, khususnya bagi para pegiat musik dangdut di Kota Kretek. Bupati Sam’ani Intakoris menyambut positif inisiatif tersebut sebagai upaya membangun sinergi antara pemerintah dan komunitas seni.

 

Dalam audiensi itu, PAMDI DPC Kudus menawarkan sejumlah gagasan untuk mendukung pembangunan daerah melalui sektor seni. Organisasi tersebut menyatakan kesiapan menjadi mitra strategis pemerintah dengan menghadirkan program-program yang tidak hanya menghidupkan aktivitas kesenian, tetapi juga mampu memberikan nilai tambah bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD).

 

Salah satu usulan yang mengemuka adalah optimalisasi pemanfaatan aset milik pemerintah daerah sebagai ruang penyelenggaraan kegiatan seni dan hiburan. Pemanfaatan aset tersebut dinilai berpotensi menciptakan sumber pendapatan baru bagi daerah sekaligus memperluas kesempatan kerja bagi para pelaku seni.

 

Ketua PAMDI DPC Kudus, Didik Wahyudi T., S.H., M.H., menegaskan organisasinya siap mendukung pemerintah daerah menghadapi tantangan efisiensi anggaran tanpa mengabaikan keberlangsungan profesi para seniman.

 

“Kami dari PAMDI DPC Kudus ingin bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Kudus. Kami siap membantu meningkatkan PAD melalui pemberdayaan aset daerah yang dapat dimanfaatkan untuk kegiatan seni dan hiburan. Di tengah kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat, kami ingin memastikan para pegiat seni musik dangdut tetap memiliki ruang untuk berkarya, memperoleh kesempatan tampil, dan mendapatkan pekerjaan yang layak. Seni budaya harus menjadi bagian dari pembangunan daerah, bukan sekadar hiburan,” ujar Didik.

 

Menanggapi hal itu, Bupati Kudus Sam’ani Intakoris menyatakan dukungannya terhadap berbagai gagasan yang disampaikan PAMDI DPC Kudus. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah daerah dan komunitas seni menjadi langkah penting untuk memperkuat sektor ekonomi kreatif, menjaga kelestarian seni budaya lokal, serta meningkatkan kesejahteraan para pelaku seni.

 

Audiensi tersebut sekaligus menjadi titik awal kerja sama berkelanjutan antara PAMDI DPC Kudus dan Pemerintah Kabupaten Kudus. Melalui sinergi itu, musik dangdut diharapkan tidak hanya hadir sebagai hiburan masyarakat, tetapi juga mampu menjadi instrumen pembangunan daerah yang berdampak pada peningkatan kesejahteraan seniman dan pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Kudus. (Ranu)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here