Beranda Pati Pati Perkuat Mitigasi Isu Pemicu Perpecahan, Tokoh Agama Diminta Jadi Garda Terdepan

Pati Perkuat Mitigasi Isu Pemicu Perpecahan, Tokoh Agama Diminta Jadi Garda Terdepan

55
0

PATI, lintaspantura.co.id – Pemerintah Kabupaten Pati mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya para tokoh agama, untuk bergerak cepat memitigasi berbagai isu yang berpotensi memicu perpecahan di tengah masyarakat. Langkah ini dinilai penting guna menjaga kondusivitas wilayah di tengah derasnya arus informasi digital.

Hal tersebut disampaikan Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra saat membuka Dialog Interaktif Kerukunan Umat Beragama untuk Menjaga Kondusivitas Wilayah Kabupaten Pati di Pendopo Kabupaten Pati, Rabu (1/7/2026). Kegiatan tersebut diikuti sekitar 220 peserta dari berbagai unsur masyarakat.

Dalam sambutannya, Chandra menegaskan Kabupaten Pati memiliki modal sosial yang kuat dalam menjaga kerukunan antarumat beragama. Salah satu buktinya adalah keberhasilan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Pati meraih Harmony Award peringkat ketiga tingkat nasional pada 2025.

“Penghargaan ini menjadi bukti bahwa keberagaman di Kabupaten Pati adalah anugerah yang mampu kita kelola menjadi kekuatan untuk membangun kedamaian dan kemajuan daerah,” ujarnya.

Menurut Chandra, perkembangan teknologi informasi membuat berbagai isu sosial maupun keagamaan dapat menyebar dengan sangat cepat. Oleh karena itu, tokoh agama diharapkan menjadi garda terdepan dalam memberikan edukasi kepada masyarakat sekaligus mencegah munculnya provokasi.

“Kalau ada persoalan, jangan dibiarkan berkembang. Segera komunikasikan dan diskusikan bersama pemerintah desa, pemerintah daerah, maupun pihak terkait agar bisa segera diselesaikan,” tegasnya.

Ia menambahkan, forum dialog seperti ini harus dimanfaatkan sebagai ruang komunikasi untuk mendeteksi persoalan sejak dini sehingga potensi konflik dapat dicegah sebelum berkembang menjadi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Ketertiban dan keamanan bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau aparat, tetapi menjadi tanggung jawab seluruh elemen masyarakat, terutama para tokoh agama yang dekat dengan masyarakat,” tambah Chandra.

Sementara itu, Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Pati, Siti Subiati, menjelaskan bahwa dialog tersebut digelar sebagai upaya menjaga keberagaman suku, budaya, dan agama yang menjadi kekayaan Kabupaten Pati.

Menurutnya, komunikasi yang intensif antara pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat menjadi kunci untuk memperkuat toleransi sekaligus memitigasi potensi konflik bernuansa keagamaan.

“Melalui dialog ini kami berharap terbangun komunikasi yang semakin erat antara pemerintah daerah, tokoh agama, dan seluruh elemen masyarakat sehingga toleransi, moderasi beragama, serta kondusivitas wilayah di Kabupaten Pati tetap terjaga,” kata Siti.

Dialog tersebut dihadiri jajaran Forkopimda, pengurus FKUB Kabupaten Pati dan FKUB kecamatan, perwakilan tokoh agama Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, penghayat kepercayaan, Paguyuban Sosial Warga Tionghoa Indonesia Kabupaten Pati, organisasi kemasyarakatan berbasis keagamaan, perwakilan pemuda lintas agama, serta unsur pimpinan kecamatan.

Pemerintah Kabupaten Pati berharap sinergi seluruh unsur masyarakat tersebut dapat terus memperkuat terciptanya Kabupaten Pati yang aman, damai, harmonis, dan kondusif.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here