PATI, lintaspantura.co.id – Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Pati didorong untuk terus menghadirkan program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Hal itu ditegaskan Plt Ketua TP PKK Kabupaten Pati, Dwi Risma Ardhi Chandra, saat memimpin Rapat Koordinasi TP PKK Kabupaten Pati bersama TP PKK Kecamatan se-Kabupaten Pati di Aula Kantor PKK Kabupaten Pati, Kamis (2/7/2026).
Rapat koordinasi tersebut juga diisi dengan sosialisasi pencegahan pemborosan pangan oleh Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Pati sebagai bekal bagi para kader PKK dalam mengedukasi masyarakat.
Dalam sambutannya, Dwi mengapresiasi seluruh pengurus TP PKK yang telah menyukseskan berbagai kegiatan selama Juni 2026. Berbagai program tersebut antara lain sosialisasi Gelari Pelangi bersama Dinas Kearsipan dan Perpustakaan serta Dinas Koperasi Kabupaten Pati, diseminasi keamanan pangan bersama Bagian Kesra Setda, hingga lomba kreasi kudapan menu Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA) berbahan dasar ikan nonberas.
“Saya berharap seluruh kegiatan yang dilaksanakan oleh penggerak PKK benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat Kabupaten Pati,” ujarnya.
Dwi juga memaparkan sejumlah agenda TP PKK selama Juli 2026. Di antaranya Senam Sehat Bersama dalam rangka Hari Kesatuan Gerak PKK ke-54 yang berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Pati melalui Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas), puncak peringatan Hari Kesatuan Gerak PKK tingkat kabupaten yang akan melibatkan penggerak PKK desa dan kelurahan, serta sosialisasi aplikasi Sakpore.
Menurutnya, gerakan PKK akan semakin kuat apabila setiap program dijalankan secara konsisten dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat.
“Gerakan PKK akan semakin kuat apabila setiap program dijalankan secara konsisten dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat,” tambahnya.
Pada kesempatan yang sama, narasumber dari Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Pati, Kiki Apriyanti, mengajak seluruh peserta mendukung Gerakan Stop Boros Pangan sesuai Instruksi Gubernur Jawa Tengah Nomor 100.3.4.1/0010756.
Menurut Kiki, upaya tersebut bertujuan menekan terjadinya food loss dan food waste di lingkungan perkantoran, sekolah, maupun masyarakat.
“Stop boros pangan, stop buang makanan. Mari mulai berbagi dan mengolah limbah agar menjadi lebih berarti,” katanya.
Ia menjelaskan, sisa pangan yang masih layak dimanfaatkan sebaiknya tidak langsung dibuang. Pemanfaatannya dapat dilakukan menjadi kompos, bahan baku industri, maupun pakan ternak sebagai bagian dari penerapan ekonomi sirkular yang mampu memperpanjang nilai manfaat pangan sekaligus mengurangi timbunan sampah makanan.









