
KUDUS – Lintaspantura.co.id – Peristiwa pembacokan yang menimpa pelajar SMK di Kabupaten Kudus mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Kudus. Bupati Kudus Sam’ani Intakoris meminta agar aksi kekerasan antar anak tidak kembali terjadi di wilayahnya.
Sam’ani mendatangi RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus, Sabtu (9/5/2026), untuk menjenguk seorang pelajar korban pembacokan yang saat ini masih menjalani perawatan intensif.
Dalam kunjungannya, Bupati Kudus memberikan dukungan moril kepada korban dan keluarga yang mendampingi di rumah sakit.
“Kami prihatin dengan kejadian ini. Jangan sampai ada lagi kekerasan antar anak di Kabupaten Kudus. Kudus dikenal sebagai kota santri dan kota religi, sehingga kejadian seperti ini tidak boleh terulang,” ujar Sam’ani saat ditemui di RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus.
Ia juga meminta aparat kepolisian bergerak cepat untuk mengungkap dan menangkap para pelaku pembacokan agar dapat diproses sesuai hukum yang berlaku.
Selain itu, Sam’ani menyoroti dugaan pemicu kejadian yang disebut berawal dari saling ejek melalui media sosial. Menurutnya, pengawasan terhadap aktivitas remaja, termasuk penggunaan media sosial, perlu diperketat.
“Sekarang anak-anak mudah terpancing emosi. Ini harus menjadi perhatian bersama, baik orang tua maupun pihak sekolah,” katanya.
Pemkab Kudus, lanjut dia, akan melakukan koordinasi dengan berbagai pihak guna mencegah terulangnya aksi kekerasan yang melibatkan pelajar.
Peristiwa pembacokan sendiri terjadi di Jalan Bareng–Colo, Desa Rejosari, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, Jumat (8/5/2026).
Berdasarkan informasi yang dihimpun, para pelaku diduga berjumlah enam orang dan datang menggunakan dua sepeda motor dengan masing-masing berboncengan tiga orang.
Dalam kejadian tersebut, dua pelajar menjadi korban. Salah satu korban mengalami luka cukup serius di bagian punggung dan harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Humas RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus, Mufid, membenarkan korban sempat mendapatkan penanganan di Instalasi Gawat Darurat (IGD) sekitar pukul 11.49 WIB.
“Korban mengalami luka bacok pada bagian punggung hingga bahu kiri dengan panjang sekitar 15 sentimeter dan menyebabkan perdarahan cukup banyak,” jelasnya.
Mufid menambahkan, saat pertama kali masuk rumah sakit kondisi korban sempat mengalami penurunan kesadaran. Namun setelah mendapatkan penanganan medis intensif, kondisi korban kini mulai membaik.
“Alhamdulillah sekarang kondisinya sudah lebih baik,” pungkasnya.
Sementara itu, aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan dan pendalaman untuk mengungkap identitas para pelaku pembacokan tersebut. (RN. Lp. 7)








