Beranda Jawa Tengah Beredar Foto Amplop Hasil Ujian Perangkat Desa Sunggingwarno, Diduga Sudah Tidak Rapi...

Beredar Foto Amplop Hasil Ujian Perangkat Desa Sunggingwarno, Diduga Sudah Tidak Rapi Lagi

114
0

Pati, Lintaspantura.co.id – Desa Sunggingwarno Kecamatan Gabus Kabupaten Pati, melaksanakan tahapan penghitungan skor hasil ujian perangkat desa yang ditambah dengan skor pengabdian senin (4/112024) di Balai Desa. Acara ini dipimpin oleh Panwas Kecamatan Gabus, yang dikepalai oleh Camat Suranta. Pehitungan sekor dihadiri seluruh calon peserta, tamu undangan dari lembaga desa termasuk Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Sunggingwarno.

 

Acara penghitungan skor di Desa Sunggingwarno berjalan cepat dan terlihat tergesa-gesa, alasan Camat Gabus mengejar target untuk menyelesaikan penghitungan di delapan desa dalam satu hari. Proses ini berhasil diselesaikan dalam waktu kurang dari satu jam. Namun, ada kesan bahwa beberapa informasi mungkin disembunyikan dari peserta ujian dan lembaga desa yang hadir sehungga menciptakan suasana yang janggal. Pembacaan skor hasil ujian seharusnya dilakukan dengan jelas dan hati-hati, sehingga ketidakjelasan ini menimbulkan pertanyaan di kalangan peserta.

 

Dari foto yang beredar di sosial media, terlihat adanya kerusakan pada amplop coklat yang dipegang oleh Sekcam Gabus, Ponco Ariyanto. Amplop tersebut tampak tidak utuh dan terlihat dalam foto terlihat telah dilem ulang. Hal ini menimbulkan kecurigaan bahwa hasil ujian yang dikirim oleh Universitas Indonesia mungkin telah dibajak, dengan adanya kemungkinan bahwa nilai-nilai hasil ujian telah diubah untuk memenangkan calon perangkat desa tertentu.

 

Selain foto amplop dari Universitas Indonesia yang diduga telah dibuka sebelum diumumkan, terdapat perbedaan mencolok antara jenis huruf pada surat dan hasil ujian, yang menunjukkan bahwa isi dokumen tersebut diduga juga telah direkayasa. Hasil ujian tidak dilengkapi dengan stempel resmi dari Universitas Indonesia, menambah kecurigaan terhadap keaslian dokumen tersebut.

 

Jika tidak ada konfirmasi resmi dari Universitas Indonesia mengenai lembaran asli di dalam amplop, hal ini tetap menimbulkan keraguan. Usaha merusak amplop agar mengetahui isinya, yang juga bertuliskan “rahasia negara,” menunjukkan adanya potensi kejahatan yang serius. Situasi ini memerlukan investigasi lebih lanjut untuk memastikan keabsahan dokumen untuk mencegah penyalahgunaan. Dan jelas itu tindakan melawan hukum yang harusnya berakibat proses hukum juga.

 

Setelah selesai penghitungan skor pengabdian dan skor hasil ujian banyak wartawan mendatangi calon perangkat yang gagal untuk mengklarifikasi tindakan kedepan yang akan ditempuh. Dengan santai muklis menjawab mungkin akan pikir pikir dahulu dan kemungkinan akan melakukan sanggahan atas kejadian amplop yg dibuka paksa meskipun sudah disegel dan ditandai sebagai rahasia negara.

 

Kemudian muklis juga menjelaskan bahwa yang penting sudah berusaha. Jika kalah namanya juga kompetisi pasti ada yang kalah. Jika yang menang menggunakan cara yang agak lain maka akan menjadi resikonya sendiri dan menyerahkan kepada masyarakat untuk menilai proses pengisian sekretaris desa baik atau buruk dan pantas atau tidak menjadi sekretaris desa.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here