PATI — Persoalan kekeringan yang kembali melanda sejumlah wilayah Kabupaten Pati setiap musim kemarau mendorong Pemerintah Kabupaten Pati menyiapkan solusi jangka panjang. Salah satunya melalui percepatan program desalinasi air payau untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat.
Langkah tersebut disampaikan Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra saat mendampingi Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen meninjau kondisi kekeringan di Desa Triguno, Kecamatan Pucakwangi, Kabupaten Pati, Selasa (6/10/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Taj Yasin bersama Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Tengah juga menyalurkan bantuan air bersih kepada warga terdampak.
Chandra mengatakan, distribusi air bersih tetap dilakukan sebagai langkah darurat. Namun, pemerintah tidak ingin persoalan kekeringan hanya ditangani dengan pengiriman air menggunakan tangki setiap kali musim kemarau tiba.
“Kami menyiapkan langkah strategis agar kekeringan ini bisa teratasi secara tuntas, termasuk melalui desalinasi air bersih,” kata Chandra.
Menurutnya, Pemkab Pati juga telah berkoordinasi dengan PDAM Tirta Bening untuk memperluas jaringan pelayanan air bersih. Saat ini, PDAM Tirta Bening tercatat memiliki sekitar 47 ribu pelanggan.
“Kami juga sudah berkoordinasi dengan PDAM terkait perluasan jaringan. PDAM Tirta Bening saat ini memiliki sekitar 47 ribu pelanggan dan jaringannya akan kami perluas,” ujarnya.
Perluasan jaringan tersebut diharapkan dapat mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap distribusi air tangki, khususnya di wilayah yang setiap tahun rentan mengalami kekeringan.
Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengatakan, persoalan yang dihadapi warga Desa Triguno tidak hanya berkaitan dengan kekurangan air saat musim kemarau. Kondisi air tanah yang payau juga menjadi persoalan karena tidak seluruhnya dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan konsumsi.
“Kami bersama TP PKK Provinsi Jawa Tengah memberikan air bersih. Bukan hanya membantu, tetapi juga mencari solusi,” kata Taj Yasin.
Taj Yasin juga menyoroti keberadaan bendungan di wilayah Triguno yang memiliki kapasitas sekitar 35.000 meter kubik. Namun, pemanfaatannya belum maksimal karena saluran irigasi masih membutuhkan pemeliharaan dan perbaikan agar distribusi air dapat menjangkau wilayah yang membutuhkan.
Pemprov Jawa Tengah, lanjut Taj Yasin, akan melanjutkan program desalinasi bersama Universitas Diponegoro (Undip). Teknologi tersebut diharapkan dapat mengolah air payau menjadi air yang layak digunakan masyarakat.
“Kita nanti akan melanjutkan program Pemprov Jawa Tengah bersama Undip, yaitu desalinasi. Kita bikin di desa ini supaya air payau nanti bisa diubah menjadi air minum,” ujarnya.
Ketua TP PKK Jawa Tengah Nawal Arafah Yasin menegaskan, penanganan kekeringan tidak cukup hanya melalui bantuan air bersih. Melalui program PKK Siaga dan Tanggap Bencana (Sigab), masyarakat juga didorong memiliki kemampuan mitigasi dan kesiapsiagaan menghadapi bencana.
“PKK Sigab ini adalah siaga dan tanggap bencana. Kita bukan hanya memberikan air dari mobil-mobil tangki, tetapi juga mengupayakan kader-kader PKK di Pati dilatih untuk mitigasi bencana,” ungkap Nawal.
Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 30 tangki air bersih disalurkan kepada warga Desa Triguno. Sebanyak 20 tangki berasal dari Baznas Provinsi Jawa Tengah, sedangkan 10 tangki lainnya berasal dari Dinas PUPR Provinsi Jawa Tengah.
Nawal bersama kader PKK turut membantu warga memindahkan air ke wadah untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Buku panduan PKK Sigab juga diserahkan kepada kader sebagai bagian dari penguatan edukasi kebencanaan di tingkat masyarakat.
Nawal menilai distribusi air menggunakan tangki merupakan langkah jangka pendek. Untuk mengatasi persoalan secara berkelanjutan, diperlukan sumber air alternatif yang dapat dimanfaatkan masyarakat, salah satunya melalui teknologi desalinasi.
“Bantuan air dalam tangki ini hanya menyelesaikan di bagian permukaan. Karena itu, perlu ada solusi seperti pengeboran yang airnya asin, kemudian diolah melalui program desalinasi,” jelasnya.
Pemkab Pati berharap kombinasi antara perluasan jaringan air bersih, optimalisasi infrastruktur sumber daya air, serta penerapan teknologi desalinasi dapat menjadi bagian dari solusi jangka panjang menghadapi kekeringan yang berulang setiap musim kemarau.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Plt Ketua TP PKK Kabupaten Pati Dwi Risma Ardhi Chandra, unsur Forkopimda Kabupaten Pati, Pj Sekda Pati, sejumlah kepala OPD di lingkungan Pemkab Pati, Tim Penggerak PKK Kabupaten Pati, TP PKK Kecamatan Pucakwangi, serta perwakilan desa-desa yang terdampak kekeringan. Lp1









