CLUWAK — Mengusung tema “Gedabrus” Penampilan seni MTs Manbaul Falah Desa Gerit dalam rangkaian Jambore Pramuka Kwarran Cluwak, Kamis malam (13/8/2026), menuai perhatian dan pujian dari para penonton.
Dalam pentas seni tersebut, peserta menampilkan kesenian barongan yang dipadukan dengan atraksi kanuragan. Pertunjukan semakin menarik dengan sejumlah adegan ekstrem, seperti atraksi kekebalan tubuh dan memakan benda mentah.
Namun, di balik atraksi tersebut, penampilan MTs Manbaul Falah tidak sekadar menyuguhkan hiburan. Pertunjukan itu juga membawa pesan moral tentang perjalanan seseorang dalam menuntut ilmu dan menjalani kehidupan.
Pesan tersebut menggambarkan bahwa perjalanan mengenyam pendidikan terkadang terasa pahit dan getir. Dibutuhkan kesabaran, keikhlasan, serta keteguhan hati untuk terus menjalani setiap proses.

Makna itu dituangkan dalam ungkapan:
«“Bismillahirrahmanirrahim, pahit tak pangan, getir tak tahan. Nguji ilmu butuh kesabaran, senajan abot tetep tak lakoni.”»
Ungkapan tersebut menjadi simbol semangat untuk tetap bertahan meskipun menghadapi berbagai kesulitan. Sebab, siapa yang ikhlas dan mampu menjalani proses dengan sabar, pada akhirnya akan sampai pada hasil yang diharapkan.
Pahit dan getir dalam perjalanan hidup diyakini akan berubah menjadi buah yang manis pada waktunya.
Penampilan MTs Manbaul Falah Desa Gerit menjadi salah satu bentuk kreativitas peserta didik dalam memadukan seni tradisional, budaya lokal, dan pesan pendidikan dalam satu pertunjukan yang menghibur sekaligus sarat makna. Lp1









