Beranda Pati Hari Jadi Pati ke-703: Keris Rambut Pinutung, Pusaka Pemimpin dengan Luk 13...

Hari Jadi Pati ke-703: Keris Rambut Pinutung, Pusaka Pemimpin dengan Luk 13 dan Pamor Mrambut

41
0

PATI , lintaspantura.co.id – Hari Jadi Kabupaten Pati ke-703 yang diperingati Jumat (7/8/2026) bukan sekadar momentum seremonial. Di balik penetapan hari jadi tersebut terdapat simbol sejarah dan kebesaran daerah yang tercermin dalam dua pusaka Pati, yakni Kuluk Kanigoro dan Keris Rambut Pinutung.

Kedua pusaka tersebut menjadi bagian penting dalam identitas daerah Pati. Keduanya diyakini memiliki keterkaitan dengan sosok penguasa, raja, adipati maupun pemimpin yang memegang tampuk pemerintahan di wilayah Pati.

Salah satu yang menarik untuk dikupas adalah Keris Rambut Pinutung. Nama pusaka ini kerap menimbulkan pemahaman yang beragam, terutama terkait bentuk, dapur maupun pamornya.

Rambut Pinutung Bukan Nama Pamor

Keris Rambut Pinutung bukanlah nama dapur maupun nama pamor keris.

Nama tersebut merupakan gelar atau paraban sebuah pusaka. Pola penamaan serupa juga dikenal pada sejumlah keris lainnya, seperti Keris Siginjai, Gandring, Kopek dan Guling Muria.

Dengan demikian, istilah “Rambut Pinutung” merupakan nama yang melekat pada pusaka tersebut, bukan menunjukkan jenis dapur atau jenis pamornya.

Bukan Keris Lurus, Melainkan Luk 13

Dari sisi bentuk, Keris Rambut Pinutung memiliki karakter yang cukup jelas. Keris ini bukan berbentuk lurus atau leres, melainkan keris luk atau berkeluk.

Dalam filosofi perkerisan, keris lurus kerap dimaknai sebagai simbol keteguhan dan perjalanan seseorang yang telah lebih meninggalkan kepentingan duniawi serta mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Sementara keris luk menggambarkan kehidupan dunia yang dinamis, penuh perubahan dan tidak pernah berhenti bergerak.

Karena itu, keris luk secara tradisional banyak dikaitkan dengan raja, penguasa atau pemimpin.

Keris Rambut Pinutung sendiri memiliki 13 luk dan berdapur Sangkelat. Karakter tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam identifikasi pusaka yang dikaitkan dengan sejarah Kabupaten Pati.

Kuncinya Ada pada Pamor Mrambut

Namun, ada satu ciri yang tidak kalah penting untuk diperhatikan, yakni pamor.

Pamor merupakan motif atau pola yang tampak pada permukaan bilah keris. Dalam tradisi perkerisan dikenal berbagai jenis pamor, seperti Mrambut, Lar Gangsir, Ron Genderuwo, Tambal, Blarak Ngirit dan lainnya.

Untuk Keris Rambut Pinutung, pamornya adalah Mrambut.

Pamor Mrambut memiliki karakter berupa guratan atau bulir-bulir halus pada bilah yang menyerupai rambut. Ciri inilah yang menjadi salah satu pembeda penting ketika seseorang mengenali pusaka yang disebut sebagai Keris Rambut Pinutung.

Empat Ciri Utama Keris Rambut Pinutung

Jika dirangkum, terdapat empat karakter utama yang melekat pada Keris Rambut Pinutung, yaitu:

1. Bentuk: Luk
2. Jumlah luk: 13
3. Dapur: Sangkelat
4. Pamor: Mrambut

Keempat unsur tersebut tidak bisa dilepaskan ketika membicarakan identitas Keris Rambut Pinutung.

Terlebih, ketika masyarakat menemukan pusaka yang disebut sebagai Keris Rambut Pinutung, baik berupa pusaka asli maupun replika. Salah satu hal yang dapat menjadi perhatian adalah motif pamornya.

Jika tidak memiliki karakter pamor Mrambut, maka berdasarkan ciri tersebut pusaka itu tidak memenuhi salah satu karakter Keris Rambut Pinutung.

Bukan Sekadar Pusaka

Keris Rambut Pinutung pada akhirnya bukan hanya persoalan sebilah keris.

Di dalamnya terdapat narasi mengenai kekuasaan, kepemimpinan, sejarah dan identitas Kabupaten Pati.

Hari Jadi Kabupaten Pati ke-703 menjadi momentum untuk kembali membuka ruang pemahaman terhadap warisan budaya daerah. Sebab, mengenal pusaka bukan sekadar mengetahui bentuk dan namanya, tetapi juga memahami filosofi dan sejarah yang melekat di baliknya.

Kuluk Kanigoro dan Keris Rambut Pinutung menjadi bagian dari simbol perjalanan panjang Pati. Di tengah perkembangan zaman, warisan tersebut penting untuk terus dikenalkan agar generasi berikutnya tidak hanya mengetahui bahwa Pati memiliki sejarah panjang, tetapi juga memahami simbol dan nilai yang membentuk jati diri daerahnya.

Lintaspantura.co.id | Mengawal Fakta, Merawat Sejarah Pantura.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here