Beranda Pati Sudetan Sungai Juwana 11 Kilometer Didorong Jadi Solusi Kurangi Banjir di Pati

Sudetan Sungai Juwana 11 Kilometer Didorong Jadi Solusi Kurangi Banjir di Pati

42
0

PATI, lintaspantura.co.id – Pemerintah Kabupaten Pati terus mendorong percepatan penanganan banjir di Kecamatan Juwana melalui rencana pembangunan sudetan Sungai Juwana sepanjang sekitar 11 kilometer. Upaya tersebut dilakukan dengan menggandeng Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana sebagai langkah preventif untuk mengurangi risiko banjir yang selama ini kerap melanda wilayah tersebut.

Komitmen itu disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, saat membuka Festival Kali Juwana ke-7 Tahun 2026 bertema Gerakan Budaya Ekologis, Sungai Waras, Masyarakat Waras di Sekretariat Jampisawan, Desa Gadingrejo, Kecamatan Juwana, Senin (27/7/2026).

Chandra mengatakan, Pemkab Pati terus melakukan koordinasi intensif dengan BBWS Pemali Juana agar rencana sudetan Sungai Juwana dapat segera direalisasikan. Selain itu, pemerintah daerah juga menyiapkan dukungan melalui normalisasi sungai serta pengadaan alat berat guna menunjang penanganan banjir.

“Kami terus berkoordinasi dengan BBWS untuk pelaksanaan sudetan Sungai Juwana, sekitar 11 kilometer agar dapat mengurangi dampak banjir di wilayah Juwana,” ujar Chandra.

Menurutnya, Sungai Juwana memiliki peran strategis bagi kehidupan masyarakat. Selain menjadi penopang sektor pertanian dan perikanan, sungai juga berfungsi sebagai sumber air bersih serta memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata apabila dikelola secara berkelanjutan.

“Sungai ini adalah sumber kehidupan masyarakat. Karena itu, kelestariannya harus kita jaga bersama agar manfaatnya dapat dirasakan hingga generasi mendatang,” katanya.

Chandra mengakui masih terdapat sejumlah persoalan yang harus segera ditangani, seperti banjir, pendangkalan sungai, hingga pertumbuhan enceng gondok yang menghambat aliran air. Ia menilai penyelesaian persoalan tersebut membutuhkan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.

Ia juga mengajak masyarakat melihat enceng gondok sebagai potensi ekonomi, bukan semata-mata sebagai masalah lingkungan.

“Enceng gondok jangan hanya dipandang sebagai masalah. Tanaman ini bisa diolah menjadi kerajinan yang memiliki nilai ekonomi dan membuka peluang usaha bagi masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Jampisawan, Sunadi, mengatakan Festival Kali Juwana ke-7 menjadi wadah kolaborasi antara pemerintah, tokoh agama, akademisi, komunitas, dan masyarakat dalam membangun gerakan budaya ekologis untuk memulihkan Sungai Juwana.

Selain menjadi ajang kampanye pelestarian lingkungan, festival juga diisi dengan berbagai kegiatan edukatif, seperti rembuk lintas iman, pelatihan Biotilik, dan lomba poster lingkungan yang ditujukan untuk meningkatkan kepedulian generasi muda terhadap kelestarian sungai.

Acara tersebut turut dihadiri Anggota DPRD Kabupaten Pati, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pati, Ketua FKUB Kabupaten Pati beserta jajaran, perwakilan BirdLife Foundation Indonesia, Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda Pati, kepala OPD terkait, para pemuka agama lintas iman, Camat Juwana, serta berbagai unsur masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, dan komunitas Jampisawan. Lp1

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here