Beranda Uncategorized Kudus Wani Tanding 2026 Siap Digelar, Hadirkan Pertandingan Kickboxing hingga Duel Influencer

Kudus Wani Tanding 2026 Siap Digelar, Hadirkan Pertandingan Kickboxing hingga Duel Influencer

196
0

KUDUS, lintaspantura.co.id – Pengurus Kabupaten (Pengkab) Kick Boxing Indonesia (KBI) Kudus tengah mematangkan persiapan ajang Kudus Wani Tanding (KWT) 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 25 Juli 2026 di GOR Bung Karno, Wergu Wetan, Kabupaten Kudus.

 

Ketua Pengkab KBI Kudus, Blegoh Alun Sedayu, saat dikonfirmasi lintaspantura.co.id, Kamis (25/6/2026), mengatakan kegiatan tersebut akan dikemas dengan konsep sportainment yang memadukan pertandingan olahraga dan hiburan dalam satu panggung.

 

Menurutnya, KWT menjadi salah satu upaya memperkenalkan olahraga kickboxing kepada masyarakat dengan konsep yang lebih menarik dan mampu menjangkau kalangan yang lebih luas.

 

“Kalau hanya olahraga murni kurang greget. Makanya kami menggandeng Shaduk Jotosh agar menjadi sportainment, artinya ada olahraga sekaligus hiburan,” ujar Alun.

 

Dalam pelaksanaannya, Pengkab KBI Kudus menggandeng Shaduk Jotosh, promotor boxing entertainment yang dikenal kerap menggelar pertandingan hiburan di sejumlah daerah. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu menghadirkan tontonan menarik sekaligus menjadi sarana promosi olahraga bela diri.

 

Rangkaian pertandingan akan dimulai sejak pagi hingga sore hari dengan mempertandingkan kategori olahraga resmi. Selanjutnya pada malam hari, penonton akan disuguhkan pertandingan boxing entertainment yang melibatkan sejumlah influencer dan kreator konten.

 

Untuk kategori olahraga, panitia membuka dua kelas pertandingan, yakni beginner bagi peserta pemula atau nonatlet dan advanced untuk atlet. Kategori tersebut terbuka bagi peserta putra maupun putri.

 

Secara keseluruhan, panitia menargetkan sekitar 55 partai pertandingan yang melibatkan kurang lebih 110 petarung dari berbagai daerah.

 

Alun menjelaskan, seluruh peserta akan menjalani proses seleksi sebelum ditentukan lawan bertanding. Penyesuaian dilakukan berdasarkan kemampuan dan kelas berat badan guna menjaga keseimbangan pertandingan.

 

“Kami tidak mungkin mempertemukan atlet dengan pemula. Semua akan kami seleksi, kemudian dipasangkan berdasarkan kemampuan dan berat badan supaya pertandingannya menarik,” katanya.

 

Ia menambahkan, pertandingan tetap menggunakan regulasi resmi kickboxing. Sementara untuk partai hiburan akan ada penyesuaian aturan sesuai kebutuhan pertandingan, namun keselamatan peserta tetap menjadi perhatian utama panitia.

 

“Rule dasarnya tetap aturan kickboxing. Untuk pertandingan hiburan ada penyesuaian dengan aturan boxing, tetapi semuanya tetap mengutamakan keamanan petarung,” tambahnya.

 

Pendaftaran peserta saat ini masih dibuka untuk masyarakat umum dengan biaya registrasi sebesar Rp150 ribu. Biaya tersebut sudah termasuk medali, sertifikat, dan asuransi peserta.

 

Hingga saat ini, sekitar 60 peserta telah mendaftarkan diri, sementara kuota yang tersedia sebanyak 110 peserta.

 

Selain pertandingan olahraga, panitia juga menyiapkan sejumlah laga hiburan yang mempertemukan influencer dan kreator konten yang memiliki banyak pengikut di media sosial.

 

Beberapa pertandingan yang telah dijadwalkan antara lain Husein Pati melawan Sarbu Sego Sambel, Ika Tobrut menghadapi Rondo Royal Purwodadi, Polsek Thailand versus Eko Purwodadi, serta Huda22 melawan Raja Nanda.

 

Panitia juga menyediakan tiket masuk dengan harga Rp30 ribu untuk pembelian secara daring, Rp35 ribu untuk pembelian langsung di lokasi, serta tiket VIP seharga Rp75 ribu bagi penonton yang ingin menyaksikan pertandingan dari area dekat ring.

 

Sementara itu, Ketua KONI Kabupaten Kudus memberikan apresiasi atas penyelenggaraan Kudus Wani Tanding yang dinilai mampu menjadi sarana hiburan sekaligus wadah pembinaan atlet.

 

“Kami dari KONI Kabupaten Kudus sangat mengapresiasi kegiatan ini. Event seperti ini bukan hanya menjadi hiburan, tetapi juga menjadi sarana pembinaan atlet dan media untuk mengenalkan olahraga kickboxing kepada masyarakat. Kami berharap pelaksanaannya sukses dan ke depan bisa menjadi agenda rutin di Kabupaten Kudus,” ujarnya.

 

KONI berharap ajang tersebut dapat memberikan dampak positif terhadap perkembangan olahraga bela diri di Kabupaten Kudus serta membuka peluang lahirnya atlet-atlet kickboxing berprestasi yang mampu bersaing di tingkat yang lebih tinggi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here