PATI, lintaspantura.co.id – Polresta Pati melalui Satuan Samapta bergerak cepat membantu warga yang terdampak kekeringan. Sebanyak 13 ribu liter air bersih disalurkan kepada masyarakat Desa Mojoluhur, Kecamatan Jaken, Kabupaten Pati, Rabu (9/9/2026).
Bantuan tersebut merupakan bagian dari Quick Respon pelayanan Polri kepada masyarakat di tengah musim kemarau. Dua unit truk tangki dikerahkan untuk mendistribusikan air bersih ke dua titik penampungan yang telah disiapkan di Desa Mojoluhur.
Kegiatan dimulai sekitar pukul 09.00 WIB. Personel Sat Samapta Polresta Pati melakukan pengawalan bantuan dari Mapolresta Pati hingga lokasi pendistribusian untuk memastikan proses penyaluran berjalan tertib, aman dan tepat sasaran.
Dalam kegiatan tersebut hadir Kapolsek Jaken AKP Daryono, S.H. beserta anggota, Wakapolsek Jaken IPTU Sarpo, Kanit Pamobvit Sat Samapta AKP Riyanto, Ps Kasubnit 3 Dalmas AIPTU Suntawi, personel Sat Samapta, Bhabinkamtibmas Desa Mojoluhur AIPTU Joko Witono, Kades Mojoluhur G. Sumarsono bersama perangkat desa, serta warga penerima bantuan.
Kapolresta Pati melalui Kasat Samapta Polresta Pati Kompol Ali Mahmudi, S.H. mengatakan, pendistribusian air bersih merupakan bentuk kepedulian sekaligus kehadiran Polri dalam membantu masyarakat yang mengalami kesulitan akibat musim kemarau.
“Polri hadir bukan hanya dalam menjaga keamanan, tetapi juga memberikan pelayanan ketika masyarakat menghadapi kesulitan. Air bersih merupakan kebutuhan dasar, sehingga kami berupaya membantu warga yang terdampak kekeringan,” ujar Kompol Ali.
Menurutnya, pendistribusian air bersih menjadi salah satu bentuk pelayanan Polri yang langsung menyentuh kebutuhan dasar masyarakat. Personel di lapangan juga membantu mengatur proses pembagian agar penyaluran berjalan tertib dan merata.
“Kami ingin memastikan bantuan ini benar-benar diterima oleh masyarakat yang membutuhkan. Karena itu, koordinasi dengan pemerintah desa dan perangkat setempat terus kami lakukan,” katanya.
Kompol Ali mengatakan, kondisi kemarau yang diperkirakan masih berlangsung hingga November perlu diantisipasi bersama. Keterbatasan sumber air dapat meningkatkan aktivitas warga dalam mencari maupun mengambil air bersih sehingga diperlukan pelayanan dan koordinasi yang baik.
“Kami mengajak pemerintah desa, tokoh masyarakat dan warga untuk bersama-sama menjaga ketertiban selama penyaluran. Pembagian harus dilakukan secara merata sehingga seluruh warga yang membutuhkan dapat memperoleh air bersih,” jelasnya.
Ia juga mengimbau masyarakat tetap bersabar dan mengikuti arahan petugas selama proses pengambilan air. Menurutnya, kebutuhan air bersih jangan sampai menimbulkan perselisihan di tengah masyarakat.
“Kami mengimbau warga untuk tetap bersabar dan mengikuti arahan petugas selama proses pengambilan air. Jangan sampai kebutuhan air bersih justru menimbulkan perselisihan di tengah masyarakat,” ujarnya.
Selain mengatur penyaluran, personel juga mengingatkan warga untuk memperhatikan keamanan rumah masing-masing ketika mengikuti antrean pengambilan air. Warga diminta memastikan pintu rumah dalam kondisi terkunci untuk mencegah terjadinya tindak pencurian.
Kompol Ali menambahkan, Polresta Pati akan terus melakukan pemantauan terhadap wilayah yang mengalami kekeringan. Pihaknya juga akan berkoordinasi dengan jajaran terkait apabila terdapat masyarakat yang membutuhkan bantuan air bersih.
“Prinsip kami adalah Polri harus hadir ketika masyarakat membutuhkan. Mudah-mudahan bantuan air bersih ini dapat meringankan beban warga Mojoluhur dan dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya,” pungkasnya.
Selama kegiatan berlangsung, penyaluran bantuan air bersih berjalan aman, tertib dan lancar. Polresta Pati memastikan pelayanan kepada masyarakat akan terus dilakukan sebagai wujud Polri hadir untuk masyarakat, khususnya di wilayah yang mengalami dampak kekeringan.
Masyarakat yang membutuhkan bantuan atau mengetahui adanya gangguan kamtibmas dapat menghubungi Call Center Polri 110. Layanan tersebut dapat dimanfaatkan masyarakat untuk menyampaikan laporan maupun informasi kepada kepolisian.









