Beranda Kudus Jembatan Perbatasan Kudus-Jepara Ambrol, Akses Warga Terganggu; Pemkab Usulkan Perbaikan Lewat Program...

Jembatan Perbatasan Kudus-Jepara Ambrol, Akses Warga Terganggu; Pemkab Usulkan Perbaikan Lewat Program Jembatan Garuda

60
0
Jambatan perbatasan getassrabi kudus - nalumsari jepara dengan kondisi rusak parah. Foto : lintaspantura

KUDUS, lintaspantura.co.id — Kondisi jembatan penghubung di wilayah perbatasan Desa Getassrabi, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus, dengan wilayah Nalumsari, Kabupaten Jepara, hingga kini masih memprihatinkan setelah mengalami kerusakan akibat banjir pada musim hujan beberapa waktu lalu.

 

Kerusakan tersebut menyebabkan bagian pondasi jembatan roboh. Kondisi ini membuat akses kendaraan roda empat tidak dapat melintas sehingga aktivitas masyarakat yang menggunakan jalur tersebut menjadi terbatas.

 

Sekretaris Desa Getassrabi, Ubaidillah Dwi Lazuardi, S.Pd.I., mengatakan kerusakan jembatan terjadi ketika debit air meningkat akibat banjir pada musim hujan beberapa waktu lalu.

 

“Kerusakan jembatan di barat SD 2 Getassrabi terjadi pada musim hujan bulan lalu ketika ada banjir, sehingga pondasi jembatan roboh,” kata Ubaidillah saat ditemui Lintas Pantura di ruang kerjanya, Rabu (26/8/2026).

 

Menurutnya, pemerintah desa telah berupaya mengusulkan perbaikan melalui sejumlah program. Di antaranya melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD), program TNI Jembatan Garuda, serta program yang diusulkan melalui Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

 

Ubaidillah menjelaskan, status wilayah jembatan tersebut masih perlu diperjelas karena berada di kawasan perbatasan antara Kabupaten Kudus dan Kabupaten Jepara. Untuk sementara, menurut pemerintah desa, lokasi jembatan tersebut masih tercatat masuk wilayah Nalumsari, Kabupaten Jepara.

 

“Untuk status jalan ini belum terlalu jelas. Jembatan itu merupakan perbatasan antara Kudus dan Nalumsari. Untuk sementara saat ini jembatan tersebut masih masuk kawasan Nalumsari, bukan Getassrabi,” ujarnya.

 

Ia berharap proses penanganan jembatan dapat segera dilakukan sehingga masyarakat kembali memperoleh akses yang layak.

 

“Harapan kita bersama semoga jembatan itu segera diperbaiki agar masyarakat bisa menggunakan akses jembatan tersebut dengan maksimal. Kerusakan jembatan ini tidak bisa dilewati kendaraan roda empat, sehingga warga juga tidak bisa mengaksesnya secara maksimal,” katanya.

 

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Kudus, Famny Dwi Arfana, membenarkan bahwa usulan penanganan jembatan tersebut telah masuk dalam prioritas.

 

“Benar, itu sudah menjadi prioritas dan sudah diusulkan melalui TNI pusat, yaitu Program Jembatan Garuda,” kata Famny saat dikonfirmasi Lintas Pantura.

 

Dengan masuknya usulan tersebut, pemerintah diharapkan dapat segera merealisasikan penanganan jembatan yang menjadi akses masyarakat di kawasan perbatasan Kudus-Jepara tersebut.

 

Perbaikan jembatan dinilai penting mengingat akses tersebut tidak hanya berkaitan dengan mobilitas warga, tetapi juga menunjang aktivitas masyarakat di kedua wilayah yang selama ini menggunakan jalur penghubung tersebut.(ranu)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here