Beranda Kudus Proyek Revitalisasi SDN 1 Getassrabi Kudus Rp1,27 Miliar Disorot, Warga Pertanyakan Kualitas...

Proyek Revitalisasi SDN 1 Getassrabi Kudus Rp1,27 Miliar Disorot, Warga Pertanyakan Kualitas Pekerjaan

301
0
Bangunan belakang (selatan) sd 1 getassrabi kecamatan gebog kudus. Foto : lintaspantura

KUDUS, lintaspantura.co.id — Hasil penelusuran awak media di lokasi proyek menunjukkan adanya bagian bangunan lama yang masih dipertahankan dalam proses revitalisasi, salah satunya tembok belakang sekolah.

 

Pada bagian tersebut, kondisi pasangan bata terlihat sudah tua. Sejumlah bata tampak terbuka, susunan pasangan bata terlihat tidak rata, sementara plesteran lama pada beberapa bagian juga telah terkelupas.

 

Di bagian yang sama, tampak material baru berupa kusen jendela serta kolom beton. Namun, pasangan bata lama di antara bagian-bagian tersebut masih digunakan.

 

Kondisi ini menjadi perhatian karena apabila pasangan bata tersebut kemudian kembali ditutup dengan plester dan finishing, kondisi material lama yang berada di balik lapisan tersebut tidak lagi terlihat secara kasatmata.

 

Salah seorang warga sekitar lokasi bahkan menilai kondisi pengerjaan tersebut tidak sebanding dengan besarnya anggaran revitalisasi yang mencapai Rp1.279.001.000.

 

“Saya menilai proyek revitalisasi di SD Negeri 1 Getassrabi ini dikerjakan asal-asalan. Padahal anggarannya sangat fantastis, mencapai satu miliar lebih. Pengerjaannya kok tidak sebanding dengan nominal yang dianggarkan oleh pemerintah pusat,” ujarnya.

 

Warga tersebut juga membandingkan pengerjaan SD Negeri 1 Getassrabi dengan dua sekolah lain yang menurutnya sama-sama memperoleh anggaran dari pemerintah pusat.

Bangunan belakang (selatan) sd 1 getassrabi kecamatan gebog kudus. Foto : lintaspantura

“Sama-sama mendapat anggaran dari pusat, yang paling jelek pengerjaannya SD 1 Getassrabi yang menggunakan semen merek Merdeka, sedangkan di dua SD menggunakan semen merek 3 Roda,” katanya.

 

Menurutnya, besarnya anggaran seharusnya diikuti dengan kualitas pekerjaan yang baik.

 

“Anggarannya segitu banyaknya kok pengerjaannya asal-asalan,” ujarnya.

 

Proyek revitalisasi tersebut sendiri masih dalam tahap pengerjaan dengan waktu pelaksanaan 120 hari kalender atau empat bulan. Karena pekerjaan belum selesai, kondisi yang terlihat saat ini menjadi penting untuk diperhatikan sebelum seluruh bagian bangunan ditutup dengan pekerjaan finishing.(ranu)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here