Beranda Hukum & Kriminal Kudus Mencekam, Gerombolan Remaja Bersenjata Tajam Konvoi dan Datangi Perumahan Warga

Kudus Mencekam, Gerombolan Remaja Bersenjata Tajam Konvoi dan Datangi Perumahan Warga

15
0
Gangster kudus berfoto di jalan kopen kudus sebelum konvoi. Foto : istimewa

KUDUS — Aksi sekelompok remaja yang diduga anggota gangster kembali meresahkan warga Kabupaten Kudus. Video konvoi remaja membawa senjata tajam sambil mendatangi sebuah kawasan perumahan viral di media sosial dan memicu kekhawatiran masyarakat.

 

Peristiwa tersebut terjadi di kawasan Perumahan Salam Residence, Desa Dersalam, Kecamatan Bae, Kudus, pada Minggu (10/5/2026) dini hari.

 

Dalam rekaman video yang beredar, tampak sejumlah remaja berboncengan sepeda motor sambil membawa senjata tajam jenis celurit. Sebelum melakukan konvoi, kelompok tersebut disebut sempat berkumpul dan berfoto bersama di kawasan Jalan Kopen, perbatasan Desa Krandon, Kecamatan Kota Kudus dengan Desa Bakalan Krapyak, Kecamatan Kaliwungu.

 

Situasi semakin menegangkan ketika kelompok itu mendatangi gerbang perumahan dan diduga terlibat aksi saling kejar dengan kelompok lain. Teriakan provokasi terdengar dalam video yang tersebar luas di media sosial.

 

Meski tidak terlihat bentrokan fisik secara langsung, keberadaan senjata tajam yang dibawa para remaja membuat warga sekitar merasa takut dan resah.

 

Salah satu warga Salam Residence, Yuris, mengatakan dirinya mendapat laporan dari petugas keamanan perumahan terkait adanya warga yang diduga dikejar kelompok gangster hingga masuk ke area perumahan.

 

“Saya ditelepon petugas keamanan karena ada warga yang dikejar kelompok gangster hingga masuk ke perumahan. Saat saya datang memang terlihat sekelompok remaja membawa senjata tajam panjang,” ujar Yuris, Senin (11/5/2026).

 

Menurutnya, warga bersama petugas keamanan kemudian berupaya menghalau kelompok tersebut agar tidak masuk lebih jauh ke dalam kawasan perumahan.

 

“Setelah kondisi aman dan kondusif, kejadian itu langsung dilaporkan ke Polsek Bae,” tambahnya.

Sementara itu, Wakapolres Kudus Kompol Rendi Johan Prasetyo mengatakan pihak kepolisian telah menindaklanjuti video viral tersebut.

 

“Akan kami tindak lanjuti,” ujarnya singkat saat dikonfirmasi.

 

Terkait dugaan keterkaitan dengan kasus pembacokan pelajar yang sebelumnya terjadi di Kudus, polisi menyebut proses penyelidikan masih terus dilakukan.

 

“Masih dalam proses, kami mohon waktu untuk menuntaskannya,” katanya.

 

Masyarakat diimbau tetap waspada dan segera melapor kepada aparat kepolisian apabila menemukan aktivitas mencurigakan guna mencegah potensi tawuran maupun aksi kriminal susulan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here