Beranda Jawa Tengah Musim Giling 2026, PG Rendeng Targetkan Giling 400 Ribu Ton Tebu

Musim Giling 2026, PG Rendeng Targetkan Giling 400 Ribu Ton Tebu

17
0

 

KUDUS, lintaspantura.co.id – Pabrik Gula (PG) Rendeng, PT Sinergi Gula Nusantara, menargetkan penggilingan tebu sebanyak 400 ribu ton pada musim giling tahun 2026 yang dijadwalkan dimulai pertengahan Mei mendatang.

General Manager PG Rendeng, Erwin Fitrihatmoko, mengatakan target rendemen gula pada musim giling tahun ini dipatok sebesar 7 persen dengan estimasi hasil penjualan mencapai 28 ribu ton selama masa giling berlangsung.

“Target giling tahun ini 400 ribu ton dengan rendemen 7 persen. Estimasi hasil penjualan sepanjang musim giling sekitar 28 ribu ton,” ujar Erwin saat kegiatan Selametan Giling di PG Rendeng, Kudus, Rabu (29/4/2026).

 

Menurutnya, target tersebut meningkat dibanding capaian musim giling tahun sebelumnya yang mencapai 328 ribu ton tebu.

 

Pasokan bahan baku tebu PG Rendeng tahun ini berasal dari lima kabupaten di wilayah Pantura Timur Jawa Tengah, yakni Kudus, Jepara, Pati, Rembang, dan Blora.

 

Adapun total luas lahan tebu yang menjadi sumber pasokan diperkirakan mencapai sekitar 5.400 hektare. Khusus wilayah Kembang, Jepara, tercatat menyumbang lahan sekitar 600 hektare.

 

Dalam tradisi menjelang musim giling, PG Rendeng kembali menggelar prosesi budaya Temanten Tebu, sebuah kearifan lokal yang rutin dilestarikan setiap tahun sebagai simbol harapan kelancaran musim giling.

 

Untuk tahun ini, Temanten Tebu putra diberi nama Raden Bagus Langgeng Laksono Wijoyo, yang dimaknai sebagai sosok baik dengan perilaku abadi dan konsisten dalam kebajikan.

 

Sementara Temanten Tebu putri bernama Roro Sri Rahayu Semsem Ing Manis, yang mengandung makna doa agar tumbuh menjadi pribadi mulia dan membawa kehidupan yang manis serta sejahtera.

 

Temanten Tebu putra berasal dari tebu milik petani wilayah Besito, sedangkan Temanten Tebu putri berasal dari kebun internal PG Rendeng di Peganjaran.

 

Tradisi tersebut menjadi simbol penghormatan terhadap budaya agraris sekaligus doa bersama agar proses penggilingan berjalan lancar dan menghasilkan produksi optimal sepanjang musim giling 2026. (RN.Lp.7)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here