Beranda Kudus Pelatihan Terapi Tradisional di Kudus Diikuti Puluhan Peserta dari Berbagai Daerah

Pelatihan Terapi Tradisional di Kudus Diikuti Puluhan Peserta dari Berbagai Daerah

49
0

 

KUDUS, lintaspantura.co.id — Pelatihan terapi kesehatan tradisional yang digelar bersama komunitas P3TK (Perkumpulan Pelaku Penyehat Tradisional Kudus) mendapat respons positif dari masyarakat. Kegiatan yang menghadirkan praktisi terapi tradisional Mas’ud sebagai instruktur tersebut berlangsung di NU Centre MWC NU Kota pada Minggu (14/6/2026).

Kegiatan ini diikuti sekitar 70 peserta dari berbagai daerah di Jawa Tengah.

Mas’ud menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukan merupakan program resmi Pemerintah Desa Ploso, melainkan bentuk edukasi dan pelatihan keterampilan masyarakat yang dilaksanakan bersama komunitas terapi tradisional.

 

“Perlu saya luruskan bahwa kegiatan ini bukan program resmi Pemerintah Desa Ploso. Ini merupakan pelatihan dan edukasi bersama komunitas P3TK, dan saya hadir sebagai praktisi sekaligus instruktur untuk berbagi ilmu kepada peserta,” ujar Mas’ud.

 

Menurutnya, pelatihan tersebut bertujuan memberikan tambahan keterampilan kepada masyarakat, khususnya di bidang terapi kesehatan tradisional yang berpotensi menjadi peluang usaha mandiri.

 

“Harapannya keterampilan ini bisa membantu meningkatkan ekonomi keluarga dan menjadi bekal usaha bagi masyarakat,” katanya.

 

Antusiasme peserta disebut cukup tinggi sejak kegiatan pertama kali diumumkan. Selain berasal dari Kabupaten Kudus, peserta juga datang dari sejumlah daerah lain seperti Pati, Jepara, Blora, Rembang, hingga Semarang.

 

Peserta berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari pemula hingga masyarakat yang telah memiliki dasar keterampilan terapi tradisional.

Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan materi seputar terapi pijat tradisional, penanganan cedera otot, refleksi dasar, reposisi, hingga edukasi penanganan tubuh secara alami dan aman.

 

Kegiatan juga dibimbing langsung oleh praktisi dan instruktur berpengalaman dari komunitas P3TK. Selain praktik lapangan, peserta memperoleh sertifikat sebagai bentuk apresiasi sekaligus bukti telah mengikuti pelatihan.

 

Mas’ud menilai terapi kesehatan tradisional masih memiliki peluang ekonomi yang cukup besar seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan kesehatan alternatif dan terapi kebugaran.

 

“Bidang terapi kesehatan tradisional memiliki potensi ekonomi yang baik karena kebutuhan masyarakat terus meningkat,” ungkapnya.

 

Meski tidak ada bantuan modal maupun fasilitas khusus dari pemerintah desa, Mas’ud berharap keterampilan yang diperoleh peserta dapat menjadi langkah awal untuk berkembang secara mandiri.

 

Ia juga berharap para peserta tetap menjalin komunikasi dan terus belajar agar kemampuan yang diperoleh dapat berkembang serta dimanfaatkan secara positif di tengah masyarakat.

 

“Harapan saya peserta bisa memanfaatkan ilmu yang diperoleh dengan baik, menjaga etika pelayanan, dan menjadikan keterampilan ini sebagai sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat,” tuturnya.

 

Di akhir kegiatan, Mas’ud berpesan kepada masyarakat agar tidak berhenti belajar dan mengembangkan keterampilan positif yang dapat menjadi peluang usaha sekaligus membantu sesama.

 

“Jangan pernah berhenti belajar. Keterampilan yang ditekuni dengan serius bisa menjadi peluang usaha dan bermanfaat bagi orang lain,” pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here