KUDUS, lintaspantura.co.id – Kebakaran melanda sebuah rumah tinggal di Desa Getaspejaten RT 08 RW 01, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Jumat (10/7/2026) petang. Api membakar bagian belakang rumah, atap bangunan, serta sejumlah barang dan perabot di dalamnya.
Tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa tersebut. Namun, kerugian materiil akibat kebakaran ditaksir mencapai sekitar Rp100 juta.
Berdasarkan laporan kegiatan respons kebencanaan Forum Relawan Penanggulangan Bencana (FRPB) Kabupaten Kudus yang diterima lintaspantura.co.id, rumah terdampak kebakaran diketahui milik Ristiani (50), warga Desa Getaspejaten RT 08 RW 01, Kecamatan Jati.
Objek yang terbakar dilaporkan mencakup bagian atap bangunan beserta isi rumah pada area berukuran sekitar 6 x 9 meter. Sejumlah perabot rumah tangga, lemari es, dan bagian bangunan turut terdampak dalam kejadian tersebut.
Peristiwa itu pertama kali dilaporkan oleh Dwi Hidayat, warga Getaspejaten, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus.
Kronologi Kebakaran
Berdasarkan laporan yang dihimpun, kejadian bermula sekitar pukul 17.30 WIB. Saat itu, pemilik rumah tengah memasak untuk keperluan berjualan makanan di depan PT Mulyatek, wilayah Desa Getaspejaten, Kecamatan Jati.
Setelah menyiapkan keperluan jualan, pemilik rumah kemudian meninggalkan rumah menuju lokasi tempatnya berjualan.
Sekitar pukul 18.00 WIB, Nurul (39), warga setempat, mengetahui adanya kebakaran di rumah tersebut. Ia kemudian memberi tahu Nanang Setiawan (30) dan Candra Ferianto (32), yang dalam laporan disebut sebagai anak pemilik rumah.
Mendapat kabar tersebut, keduanya segera pulang untuk mengecek kondisi rumah. Saat tiba di lokasi, api dilaporkan telah membakar bagian belakang bangunan.
Melihat kobaran api, keduanya kemudian berteriak meminta pertolongan warga sekitar. Warga berdatangan dan berupaya membantu menyelamatkan barang-barang yang belum tersambar api sembari menunggu petugas tiba.
Berdasarkan informasi yang dihimpun lintaspantura.co.id, Kapolsek Jati Polres Kudus AKP Hadi Noor Cahyo membenarkan adanya peristiwa kebakaran rumah tinggal tersebut. Kebakaran dilaporkan terjadi sekitar pukul 18.00 WIB.
Dugaan awal penyebab kebakaran mengarah pada kompor dapur yang masih menyala. Sebelum kejadian, pemilik rumah diketahui sempat memasak untuk keperluan berjualan makanan sebelum meninggalkan rumah menuju lokasi jualannya.
Namun demikian, dugaan kompor yang masih menyala tersebut masih merupakan informasi awal terkait sumber api dalam peristiwa kebakaran.
Laporan respons kebencanaan mencatat proses penanganan berlangsung sejak sekitar pukul 17.40 WIB hingga 18.50 WIB. Sejumlah armada pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi untuk menjinakkan api.
Dalam laporan tersebut disebutkan, empat unit pemadam kebakaran terlibat dalam penanganan. Armada itu berasal dari BPBD Kabupaten Kudus, dua unit Damkar Satpol PP Kabupaten Kudus, serta satu unit pemadam PT Djarum.
Petugas gabungan bersama relawan dan warga berjibaku melakukan pemadaman serta penanganan di sekitar lokasi. Api akhirnya berhasil dikendalikan dan dipadamkan sekitar pukul 18.50 WIB.
Kerugian Ditaksir Rp100 Juta
Tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam kebakaran tersebut. Pemilik rumah diketahui sedang berada di lokasi jualannya ketika kebakaran terjadi.
Meski demikian, kerugian materiil diperkirakan mencapai sekitar Rp100 juta. Nilai kerugian tersebut mencakup kerusakan bangunan rumah dan sejumlah barang di dalamnya.
Berdasarkan laporan awal, perabot rumah tangga serta lemari es termasuk di antara barang yang terdampak kebakaran. Sementara itu, luas objek bangunan yang terdampak dilaporkan sekitar 6 x 9 meter, terutama pada bagian atap bangunan beserta isinya.
Petugas Gabungan dan Relawan Dikerahkan
Penanganan kebakaran melibatkan berbagai unsur gabungan, yakni Polsek Jati, Koramil Jati, Damkar Satpol PP Kabupaten Kudus, Damkar PT Djarum, Damkar BPBD Kabupaten Kudus, Pemerintah Desa Getaspejaten, Pemerintah Kecamatan Jati, tim relawan yang tergabung dalam FRPB Kabupaten Kudus, Kencana Jati, serta warga sekitar.
Setelah menerima laporan kejadian, tim relawan yang tergabung dalam FRPB Kudus bergerak menuju lokasi menggunakan sepeda motor serta sejumlah kendaraan operasional lainnya.
Selain membantu proses respons dan evakuasi kebakaran, tim di lapangan turut melakukan dokumentasi lokasi kejadian serta mendukung penanganan bersama unsur terkait.
Sejumlah sarana operasional digunakan selama kegiatan, di antaranya sepeda motor, mobil operasional, mobil pemadam kebakaran, serta berbagai peralatan pendukung penanganan kebencanaan.
Proses penanganan dan evakuasi dilaporkan berlangsung aman dan lancar hingga kegiatan berakhir.
Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan sebelum meninggalkan rumah, termasuk memastikan kompor dan peralatan lain yang berpotensi memicu kebakaran berada dalam kondisi aman.(rnLp.7)









