Pati, Lintaspantura.co.id – Anggota DPR RI Komisi V dari partai Gerindra, Sudewo, S.T., M.T. melakukan kunjungan kerja meninjau projek pembangunan bendung karet (rubber dam) yang terletak di alur Sungai Silugonggo -Juana, turut Desa Bungasrejo Kecamatan Jakenan, Minggu (29/10/3023).
Didampingi Kapala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali – Juana, Dr. Harya Muldianto beserta penyedia jasa konstruksi oleh Wika – Ananda KSO, Sudewo meninjau lengsung bendung karet kembang kempis yang menelan anggaran dengan nilai kontrak sebesar Rp. 245.131.425.429.58,- dan pengerjaanya di target akan rampung pada bulan juni 2024 nanti.

Dalam kunjungan kerja’nya Sudewo mengungkapkan bahwa program sumberdaya air yang ada diwilayah Dapil-nya, meliputi Kabupaten Pati, Grobogan, Blora dan Rembang, terdapat beberapa titik lokasi diantaranya bendung karet kembang kempis yang terletak di alur sungai juwana Ds.Bungasrejo.
“kenapa disini kita usulan bendung karet (rubber dam) kerna fungsinya untuk mencegah masuknya air laut, air laut itu masuk pada saat pasang maka bendungnya harus dibesarkan dan ketinggianya akan harus dinaikkan, maka harus pakai bendung karet kembang kempis, dalam kondisi normal dimana tidak saat air’nya pasang bendungnya dinormalkan maka dikempeskan, tidak statis tapi dinamis” jelas Sudewo.
Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali – Juwana, Dr Harya Muldianto menjelaskan, bendung karet tersebut dibangun dengan area seluas 3.741.2 meter persegi yang dapat dimanfaatkan untuk mengairi saluran irigasi, penyediaan air baku, maupun sarana pengendali banjir.
“Diperlukan adanya manajemen pengelolaan air yang benar, sehingga air dapat dimanfaatkan secara maksimal. Dengan cara mencegah intrusi air laut, sehingga pada musim kemarau bisa dimanfaatkan untuk irigasi dan air baku kurang lebih 200 hektar dengan adanya bendung karet itu”, jelas Dr. Harya.

Untuk diketahui sungai juwana memiliki panjang sekitar 60 km yang melintas mulai dari Kab.Demak, Kab.Kudus dan Kab.Pati. Bendung karet dibangun dengan masa pelaksanaan selama 636 hari kalender, dengan masa pemeliharaan 365 hari atau 1 tahun dan ditargetkan akan rampung pada bulan juni 2024 nanti. (wik)









