Beranda Jawa Tengah Hasil Tangkapan Over, Nelayan Pilih Berbagi ke Masyarakat

Hasil Tangkapan Over, Nelayan Pilih Berbagi ke Masyarakat

116
0
Masyarakat Mendapatkan Ikan Dari Nelayan Mitra Nelayan Sejahtera (MNS) Juwana

Pati, Lintaspantira.co.id – Aksi yang dilakukan oleh nelayan Juwana melalui Paguyuban Nelayan Mitra Nelayan Sejahtera (MNS) dengan membagi-bagikan ikan sebanyak 120 ton kepada masyarakat Kecamatan/Kabupaten Pati pada Minggu (17/12) lalu menimbulkan pertanyaan. Pasalnya, jika dinominalkan sebanyak 120 ton ikan bukankah nominal yang kecil.

Ketua MNS Eko Budiyono melalui Seksi Humas Mukit, saat ditanya media menyatakan, aksi yang dilakukan oleh paguyuban nelayan tersebut salah satunya dilatarbelakangi harga jual ikan laut yang sangat murah. Sehingga, ketimbang hasil tangkap dari para nelayan dijual murah. Pihaknya membagikan secara gratis ke masyarakat.

Kendati demikian, Mukit tidak terlalu mempersoalkan untung rugi dari aksi yang dilakukan pada Minggu pagi bersamaan dengan kegiatan car free day itu.

Selain itu, bagi-bagi ikan sekaligus sebagai bentuk protes terhadap pemerintah pusat melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) karena harga jual yang sangat murah. Maka diharapkan, dengan adanya kegiatan semacam ini dapat mendorong KKP untuk menstabilkan harga ikan laut di pasaran.

“Wujud syukur kita karena hasil tangkapan yang banyak, sehingga kita bagikan ke masyarakat. KKP selaku pemerintah harus bisa menstabilkan harga ikan, karena harga saat ini sekitar Rp 5-7 ribu. Sedangkan untuk harga normal itu Rp 10 ribu keatas,” kata Mukit, Senin (18/12).

Disinggung soal penggunaan kalimat gemar makan ikan yang diklaim oleh pemerintah, Mukit membenarkan hal ini. Sebab, konteks kalimat gemar makan ikan sekaligus mendukung program penurunan stunting oleh Pemerintah Kabupaten Pati.

“Kemarin itu adalah program bagi-bagi ikan ke masyarakat. Tujuannya adalah mensukseskan program pemerintah dalam mengentaskan stunting. Selain itu buat masyarakat terbiasa makan ikan, yang merupakan program dari KKP,” sambungnya.

Meskipun ditunggangi dengan unsur politik dengan kehadiran Ketua Umum (Ketum) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kaesang Pangarep. Mukit mengaku tidak ada komunikasi sebelumnya.

Pihaknya justru terkejut dengan kehadiran sang anak bungsu dari presiden Jokowi di tengah-tengah prosesi pembagian ikan.

“Tidak ada hubungannya, kami juga kaget. Kenapa acara kami tiba-tiba ditunggangi politik. Tapi kita pastikan bukan bagian dari kami. Kita juga tidak ada koordinasi sebelumnya,” tutup Mukit. (rif/wik)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here