Beranda Jepara Dikira Digerebek, Identitas Asli Pengangkut Miras di Mayong Masih Jadi Teka-teki

Dikira Digerebek, Identitas Asli Pengangkut Miras di Mayong Masih Jadi Teka-teki

45
0
Ilustrasi sejumlah miras yang diduga di angkut dalam kegiatan razia di desa pancur, jepara

JEPARA, Lintaspantura.co.id – Sebuah mobil Suzuki Ertiga putih yang diduga mengangkut ratusan botol minuman keras (miras) dari Desa Pancur, Kecamatan Mayong, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, menyisakan tanda tanya besar di tengah masyarakat.

 

Warga bersaksi bahwa aparat penegak hukum baru saja memberangus sarang penjualan miras pada Jumat (4/9/2026) sore. Namun ironisnya, petinggi Polres Jepara justru menampik adanya operasi penindakan tersebut.

 

Berdasarkan kesaksian warga di lapangan, operasi senyap itu berlangsung sekitar pukul 15.00 WIB di sebuah lokasi yang diduga kuat sebagai titik distribusi miras milik seseorang berinisial AJ.

 

Dari lokasi tersebut, aparat terlihat mengangkut ratusan botol miras dari berbagai kelas, mulai dari kelas teri berharga murah hingga merek premium, dan memasukkannya ke dalam mobil putih.

 

Praktik jual-beli air memabukkan ini diakui telah menguji batas kesabaran warga Desa Pancur. Akses yang kelewat mudah membuat miras kini mulai meracuni kalangan remaja, bahkan anak-anak di bawah umur.

 

“Warga sudah sangat resah. Bayangkan, anak-anak kecil saja sekarang berani mabuk-mabukan. Kalau dibiarkan terus, mau jadi apa generasi muda di sini?” kecam salah seorang warga sekitar yang meminta identitasnya dirahasiakan demi alasan keamanan.

 

Menyaksikan penyitaan ratusan botol tersebut, warga menaruh harapan besar agar hukum benar-benar ditegakkan. Mereka mendesak agar proses hukum dilanjutkan sesuai perundang-undangan yang berlaku, bukan sekadar pemanggilan formalitas yang berujung lepas tanpa efek jera.

 

Warga juga menuntut aparat untuk lebih agresif dan rutin menyapu bersih titik-titik penjualan miras di seluruh wilayah Kecamatan Mayong.

 

Namun, harapan dan euforia warga itu langsung membentur tembok misteri. Saat awak media mencoba mengonfirmasi gebrakan pemberantasan penyakit masyarakat ini, aparat tingkat resor justru memberikan jawaban yang bertolak belakang dengan kesaksian mata di lapangan.

 

Kasat Samapta Polres Jepara, AKP Agus Nurhadi, secara tegas membantah adanya pengerahan personel dari kesatuannya pada hari itu. Saat dihubungi melalui pesan singkat WhatsApp pada Jumat malam, ia menepis keterlibatan anggotanya dan melempar bola ke kepolisian sektor setempat.

 

“Hari ini tadi tidak ada giat penggerebekan, Mas. Coba bisa langsung ditanyakan ke Polsek,” jawab Agus singkat.

 

Pernyataan ini sontak memicu tanda tanya baru. Jika Polres Jepara tidak melakukan operasi, siapa sebenarnya pihak yang mengangkut ratusan botol miras menggunakan Suzuki Ertiga putih tersebut?

 

Warga kini menunggu kejelasan dan ketegasan dari pihak Polsek Mayong maupun Polres Jepara agar kasus ini tidak menguap begitu saja.

 

Tak hanya berhenti pada informasi dari warga, wartawan juga berupaya melakukan konfirmasi kepada Kasat Reskrim Polres Jepara AKP Oktavian Andika Saputra melalui pesan singkat pada Jumat malam.

 

Namun, hingga berita ini ditulis, belum ada respons maupun keterangan resmi dari yang bersangkutan terkait dugaan penggerebekan dan pengangkutan ratusan botol minuman keras tersebut.

 

Upaya konfirmasi ini dilakukan sebagai bagian dari prinsip keberimbangan dalam pemberitaan, sekaligus untuk memastikan informasi yang beredar di tengah masyarakat mendapatkan penjelasan resmi dari pihak kepolisian. (Ranu)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here