PATI, lintaspantura.co.id – Satreskrim Polresta Pati masih mendalami dugaan pengerusakan kaca pintu utama rumah milik EAS, warga Desa Kajar, Kecamatan Trangkil, Kabupaten Pati.
Perkara tersebut menjadi perhatian setelah polisi menemukan 14 benda berbentuk gotri di sekitar lokasi. Namun, hasil pemeriksaan awal Tim Bidlabfor Polda Jawa Tengah justru belum menunjukkan keterkaitan antara benda-benda tersebut dengan kerusakan kaca.
Perkembangan kasus itu disampaikan dalam konferensi pers di Aula Sanika Satyawada (SS) Polresta Pati, Kamis (27/8/2026) sekitar pukul 15.00 WIB.
Wakapolresta Pati AKBP Ardyan Ukie Hercahyo, S.I.K., M.I.K., mengatakan penyidik masih melakukan pendalaman dengan mengutamakan pemeriksaan ilmiah serta analisis terhadap seluruh alat bukti yang ditemukan.
“Kami masih melakukan pendalaman terkait dugaan pengerusakan tersebut. Kami tidak ingin terburu-buru mengambil kesimpulan sebelum seluruh hasil pemeriksaan dan alat bukti dianalisis secara menyeluruh,” kata Ardyan.
Peristiwa tersebut diketahui pada Senin (24/8/2026) sekitar pukul 10.00 WIB. Setelah menerima informasi, Bhabinkamtibmas Polsek Wedarijaksa berkoordinasi dengan Satreskrim Polresta Pati untuk melakukan pemeriksaan dan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Dua hari kemudian, Rabu (26/8/2026) sekitar pukul 18.00 WIB, Tim Bidlabfor Polda Jawa Tengah melakukan pemeriksaan di lokasi.
Hasil pemeriksaan menemukan kerusakan pada salah satu bagian kaca pintu utama rumah. Polisi juga menemukan sejumlah benda berbentuk gotri.
Rinciannya, tujuh gotri ditemukan di dalam rumah, empat gotri di luar rumah atau depan pintu masuk, serta tiga gotri lainnya ditemukan Tim Bidlabfor di bawah mainan anak-anak di sekitar aquarium.
Meski demikian, polisi belum memastikan benda-benda tersebut berkaitan dengan kerusakan kaca.
Ardyan menegaskan, seluruh barang temuan masih harus menjalani pemeriksaan lanjutan untuk mendapatkan kepastian secara ilmiah.
“Benda yang ditemukan tersebut masih kami sebut sebagai gotri. Keterkaitannya dengan kerusakan kaca belum dapat dipastikan dan masih menunggu pemeriksaan konfirmasi secara ilmiah,” ujarnya.
Diameter Gotri Lebih Besar dari Lubang Kaca
Katim pemeriksaan sekaligus Kasubbid Balmet (Balistik Metalurgi) Bidlabfor Polda Jawa Tengah AKBP Totok Tri Kusuma mengungkapkan hasil pengukuran sementara terhadap gotri dan kerusakan pada kaca.

Diameter gotri yang ditemukan sekitar 6,34 milimeter. Sementara lubang pada kaca memiliki ukuran sekitar 3,67 hingga 4,68 milimeter.
Perbedaan ukuran tersebut menjadi salah satu temuan penting dalam pemeriksaan awal.
“Dari hasil rekonstruksi sementara, gotri yang ditemukan tidak dapat melewati lubang kerusakan kaca karena ukurannya lebih besar dibandingkan diameter lubang pada kaca,” jelas Totok.
Tak hanya mengukur diameter, Tim Bidlabfor juga melakukan uji awal menggunakan Bullet Testing Kit (BTK) pada bagian kaca yang rusak.
Hasilnya negatif. Pemeriksaan awal tidak menemukan kandungan timbal yang dapat dikaitkan dengan gesekan peluru atau gotri.
Meski demikian, pemeriksaan belum berhenti. Konfirmasi terhadap barang bukti dan hasil swab masih dilakukan di Bidlabfor Polda Jawa Tengah.
Polisi Telusuri CCTV dan Keterangan Saksi
Penyidik Satreskrim Polresta Pati selanjutnya masih akan mendalami keterangan korban dan para saksi. Polisi juga akan menelusuri rekaman CCTV maupun petunjuk lain di sekitar lokasi apabila tersedia.
Seluruh temuan tersebut akan dianalisis untuk memastikan penyebab kerusakan kaca sekaligus mengetahui apakah terdapat unsur tindak pidana dalam peristiwa tersebut.
“Kami bekerja berdasarkan fakta dan alat bukti. Apabila ditemukan bukti permulaan yang cukup mengenai tindak pidana dan pihak yang bertanggung jawab, akan kami proses sesuai ketentuan hukum,” tegas Ardyan.
Polresta Pati mengimbau masyarakat tidak terburu-buru menarik kesimpulan maupun menyebarkan spekulasi terkait perkara tersebut sebelum hasil penyelidikan dan pemeriksaan ilmiah selesai.
Polisi memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di Desa Kajar dan sekitarnya hingga kini tetap aman dan kondusif.
“Kami mengimbau masyarakat mempercayakan proses penanganan kepada kepolisian. Sampai saat ini situasi kamtibmas di Desa Kajar dan sekitarnya tetap aman dan kondusif,” pungkas Ardyan.(Ranu)









