Beranda Kudus PEDAGANG PASAR BITINGAN PROTES PEMBONGKARAN KANOPI, RSUD KUDUS HENTIKAN SEMENTARA PEKERJAAN

PEDAGANG PASAR BITINGAN PROTES PEMBONGKARAN KANOPI, RSUD KUDUS HENTIKAN SEMENTARA PEKERJAAN

1
0
Kanopi halaman parkir pasar bitingan kudus. (20/5/2026) Foto : lintas pantura

 

KUDUS, lintaspantura.co.id — Rencana pembongkaran kanopi di area parkir Pasar Bitingan, Kabupaten Kudus, menuai protes dari para pedagang. Kanopi yang selama ini digunakan pedagang lesehan untuk berjualan itu dibongkar pada Rabu (20/5/2026) di tengah proyek pembangunan Gedung Kudus Sehat milik RSUD dr Loekmono Hadi Kudus.

 

Sejumlah pedagang menilai pembongkaran dilakukan tanpa sosialisasi maupun pemberitahuan resmi kepada pedagang dan pengelola pasar. Mereka khawatir aktivitas perdagangan terganggu apabila fasilitas tersebut dibongkar tanpa solusi relokasi.

 

Ketua Paguyuban Pasar Bitingan, Kunarto, mengatakan area kanopi selama ini menjadi tempat berjualan pedagang sayur dan pedagang lesehan setiap hari.

 

“Pedagang sebenarnya tidak keberatan kalau memang nantinya harus dipindah. Tapi harus ada tempat pengganti agar aktivitas jual beli tetap berjalan,” ujarnya.

 

Menurut dia, para pedagang juga mempertanyakan pembongkaran fasilitas yang disebut baru dibangun beberapa tahun terakhir menggunakan anggaran pemerintah daerah.

 

Selain itu, pedagang menilai area tersebut masih berada dalam kewenangan Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus karena digunakan sebagai pelataran pasar dan lokasi aktivitas pedagang yang membayar retribusi harian.

 

Sementara itu, Wakil Direktur Umum dan Keuangan RSUD dr Loekmono Hadi Kudus, Edi Susanto, menjelaskan pembongkaran kanopi bukan bagian dari proyek pembangunan Gedung Kudus Sehat.

 

Ia menyebut aset tersebut direncanakan untuk dialihkan pemanfaatannya bagi kebutuhan fasilitas pemerintah daerah. Menurutnya, koordinasi internal dengan pihak terkait telah dilakukan sebelumnya.

 

“Area proyek pembangunan gedung berada di dalam bedeng proyek. Sedangkan lokasi kanopi berada di luar area pembangunan,” kata Edi.

 

Setelah dilakukan dialog antara pihak rumah sakit dan paguyuban pedagang, proses pembongkaran akhirnya dihentikan sementara sambil menunggu koordinasi lanjutan dengan dinas terkait.

 

Pihak pedagang berharap pemerintah daerah dapat mengedepankan komunikasi dan menyiapkan solusi relokasi apabila penataan kawasan pasar tetap dilanjutkan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here