
KUDUS, lintaspantura.co.id — Kediaman Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid di Desa Mejobo, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, terlihat sepi pada Kamis (17/9/2026) pagi.
Pantauan lintaspantura.co.id di lokasi, tidak banyak aktivitas terlihat di kompleks rumah mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda (GP) Ansor periode 2011–2016 tersebut.
Aktivitas yang tampak di dalam kompleks rumah hanya pekerjaan renovasi kamar mandi. Sejumlah pekerja terlihat mengerjakan renovasi yang disebut baru dimulai pada hari itu.
“Saya baru hari ini datang memperbaiki kamar mandi. Pekerjaan ini paling langsung selesai hari ini,” ujar Panji, salah seorang pekerja renovasi, Kamis (17/9/2026).
Sejumlah sepeda motor juga terlihat terparkir di dalam kompleks rumah. Namun, tidak diketahui secara pasti siapa pemilik kendaraan tersebut.
Menjelang siang, sebuah mobil Toyota Fortuner berwarna putih masuk ke kompleks rumah. Mobil tersebut hanya ditumpangi satu orang. Setelah memarkirkan kendaraan, orang tersebut kemudian pergi menggunakan sepeda motor.
“Sepi, tidak ada orang. Saya juga kurang tahu, paling ada orang yang membuka pintu tadi. Di dalam tidak ada aktivitas apa pun, hanya ada pekerjaan saja,” kata Panji.
Kondisi kediaman Nusron tersebut menjadi perhatian setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) pada Senin (14/9/2026) terkait dugaan suap dalam pengurusan Hak Guna Bangunan (HGB).
Kasus tersebut menyeret sejumlah pejabat dan orang dekat di lingkungan BPN. Sorotan terhadap keberadaan Nusron juga menguat setelah ia disebut tidak menghadiri dua agenda rapat bersama DPR RI.
Sebelum OTT KPK berlangsung, Nusron diketahui sempat pulang ke kediamannya di Mejobo pada Sabtu malam (12/9/2026).
Mansur (44), warga setempat, mengatakan Nusron pulang untuk menghadiri pengajian selapanan.
“Pak Nusron biasanya pulang kalau ada pengajian selapan saja. Kemarin terakhir selapanan, Sabtu malam minggu (12/9/2026). Acaranya habis Isya sampai jam 12 malam,” kata Mansur.
Menurut Mansur, di luar kegiatan tersebut, Nusron jarang terlihat pulang ke rumah pribadinya. Kondisi kediaman tersebut juga disebut cenderung sepi dalam keseharian.
“Enggak pernah pulang. Sepi seperti ini. Paling hanya keluarga dan masyarakat sekitar,” ujarnya.
Mansur mengaku mengetahui kabar OTT KPK tersebut dari media sosial, terutama TikTok. Informasi mengenai kasus itu juga menjadi pembicaraan warga sekitar.
“Ada tetangga yang membicarakan, paling cuma tanya ke saya gimana itu tetanggamu terkait kasus OTT. Saya jawab tidak tahu, itu urusan orang-orang penting,” pungkasnya. (Ranu)








