

KUDUS, lintaspantura.co.id – Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Kudus mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) meningkatkan kapasitas usaha melalui pelatihan kewirausahaan dan pendampingan pemasaran.
Upaya tersebut disampaikan Ketua Dekranasda Kudus Endhah Sam’ani Intakoris saat menjadi narasumber dalam Talkshow Motivasi Kewirausahaan bagi pelaku UMKM di Ruang Rapat Lantai 3 Gedung C, Senin (14/9/2026).
Kegiatan tersebut merupakan hasil kerja sama dengan CSR Bank Jateng sebagai bagian dari upaya pemberdayaan pelaku UMKM sekaligus mendukung penanggulangan kemiskinan di Kabupaten Kudus.
“Pelatihan untuk UMKM ini adalah salah satu instruksi dari Pak Bupati dalam upaya mengentaskan kemiskinan di Kabupaten Kudus,” ujar Endhah.
Selain pelatihan, Dekranasda Kudus juga memberikan dukungan dalam aspek pemasaran. Endhah mengatakan, pemasaran produk UMKM dilakukan melalui jalur luring maupun daring.
“Melalui pelatihan ini, para pelaku UMKM kita bantu pemasarannya. Kami sudah punya Galeri Dekranasda untuk marketing secara offline, dan untuk online kami punya website resmi untuk memasarkan produk-produk UMKM lokal,” katanya.
Pendampingan juga mencakup aspek legalitas usaha. Menurut Endhah, masih terdapat pelaku UMKM yang belum memiliki izin usaha maupun sertifikasi halal.
“Kami juga bantu lewat perizinan, karena ternyata banyak di antara mereka yang belum punya izin. Jadi kami bantu NIB-nya, kami juga bantu untuk Sertifikat Halalnya,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kudus Satria Agus Himawan menyebut kegiatan tersebut diikuti 45 pelaku UMKM dari sejumlah sektor usaha.
“Pelatihan UMKM hasil kerja sama dengan CSR Bank Jateng ini diikuti oleh 45 peserta, terdiri dari 20 pelaku UMKM kuliner, 15 pelaku UMKM ekraf, dan 10 pelaku UMKM fesyen,” ujar Satria.
Ia menambahkan, promosi produk peserta juga difasilitasi secara daring melalui kanal resmi Dekranasda Kudus.
“Kami fasilitasi promosinya secara online, termasuk melalui website resmi Dekranasda, kami sertakan foto produknya, beserta alamat dan nomor UMKM terkait yang dapat pembeli hubungi secara langsung,” pungkasnya. (Ranu)








