Beranda Kudus CFD Kudus Mendadak Ramai, Tari Getak Rekso dan Mbah Semar Sukses Curi...

CFD Kudus Mendadak Ramai, Tari Getak Rekso dan Mbah Semar Sukses Curi Perhatian

69
0

KUDUS, lintaspantura.co.id– Penampilan Tari Getak Rekso yang dibawakan Sanggar Seni Ismoyo Desa Sidorekso berhasil mencuri perhatian masyarakat dalam kegiatan Car Free Day (CFD) di Alun-Alun Simpang Tujuh Kudus, Minggu (21/6/2026). Pertunjukan tersebut menjadi salah satu daya tarik yang memadukan pelestarian budaya dengan upaya memperkenalkan sejarah dan identitas Desa Sidorekso kepada masyarakat luas.

 

Dalam kegiatan yang mengusung tema “Merawat Tradisi, Menghadirkan Inovasi” itu, Sanggar Seni Ismoyo menampilkan tiga tarian tradisional. Namun, Tari Getak Rekso menjadi sajian utama yang mendapatkan sambutan hangat dari para pengunjung CFD.

 

Tari Getak Rekso merupakan karya seni yang terinspirasi dari kehidupan masyarakat Sidorekso pada masa lampau yang dikenal sebagai sentra pembuatan gerabah rumah tangga berbahan dasar tanah liat. Gerakan dalam tarian tersebut menggambarkan aktivitas para perajin gerabah yang menjadi bagian dari sejarah dan mata pencaharian masyarakat setempat secara turun-temurun.

Ketua Sanggar Seni Ismoyo, M. Hilman Rizal, mengatakan bahwa Tari Getak Rekso tidak hanya hadir sebagai sebuah pertunjukan seni, melainkan juga menjadi sarana untuk memperkenalkan sejarah Desa Sidorekso kepada masyarakat luar.

 

“Tari Getak Rekso lahir dari warisan budaya yang dimiliki masyarakat Sidorekso. Kami ingin memperkenalkan bahwa desa ini memiliki sejarah panjang dalam kerajinan gerabah yang patut dijaga dan dilestarikan. Melalui seni, kami berharap generasi muda semakin mengenal dan bangga terhadap identitas budayanya,” ujarnya.

 

Selain penampilan tari, masyarakat juga disuguhkan dengan kehadiran tokoh Punokawan bersama Mbah Semar yang menjadi ikon khas Desa Sidorekso. Kehadiran tokoh pewayangan tersebut semakin menambah semarak suasana sekaligus menjadi simbol nilai kebijaksanaan dan semangat kebersamaan yang dijunjung oleh masyarakat desa.

 

Tidak hanya menampilkan kekayaan budaya, Desa Sidorekso juga memperkenalkan berbagai inovasi pengelolaan lingkungan melalui TPS 3R Semar Hijau. Dalam kesempatan tersebut, masyarakat dikenalkan pada proses pengolahan sampah organik menjadi pupuk kompos serta pemanfaatan sampah plastik menjadi bahan bakar alternatif yang menyerupai solar dan bensin.

 

Kegiatan ini turut melibatkan Karang Taruna Bahureks, PR IPNU-IPPNU Desa Sidorekso, serta para pelaku UMKM desa yang bersama-sama memperkenalkan berbagai potensi unggulan desa kepada masyarakat Kabupaten Kudus.

 

Partisipasi Desa Sidorekso dalam Car Free Day Simpang Tujuh Kudus menjadi bukti bahwa pelestarian budaya dapat berjalan beriringan dengan inovasi. Melalui Sanggar Seni Ismoyo, warisan budaya leluhur tidak hanya dijaga, tetapi juga dikenalkan kepada masyarakat yang lebih luas sebagai bagian dari identitas dan kebanggaan Desa Sidorekso.

 

Dengan semangat “Merawat Tradisi, Menghadirkan Inovasi”, Desa Sidorekso terus berupaya menjaga warisan budaya sekaligus mengembangkan berbagai inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat dan lingkungan. Momentum Car Free Day ini menjadi ruang bagi Desa Sidorekso untuk menunjukkan bahwa desa memiliki potensi besar dalam melestarikan budaya, memberdayakan generasi muda, dan menghadirkan solusi bagi pembangunan yang berkelanjutan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here